Universitas Trisakti -PATAKA kolaborasi cetak peternak mandiri dan berdaya saing
BOGOR, kabarbisnis.com: Universitas Trisakti dan Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) berkolaborasi mendirikan Program Sapi Oentoek Rakyat (AKSARA) Alexis Farm.Lokasi kampus di Kampung Nagrak, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor seluas 123 hektare (ha).
Founder AKSARA Yeka Hendra Fatika mengatakan pembentukan AKSARA tidak terlepas dari kegelisahan para peternak terhadap kondisi peternakan sebagai sub sektor agribisnis dinilai belum memberikan pendapatan yang optimal secara merata yang dirasakan peternak.Karena itu diperlukan gerakan mandiri secara kultural untuk memajukan perekonomian pendapatan rumah tangga peternak.
Merujuk riset yang dibuatnya umumnya para peternak merindukan transfer teknologi. Agas hal tersebut di AKSARA, peternak dapat memilih dua kepada yakni reguler dan intensif.
Peternak bisa belajar di kelas reguler atau kelas intensif. Pembelajarannya mengenai cara budidaya sapi potong yang baik hingga pemasaran. “Dengan belajar di kampus ini, kami berharap outputnya peternak menjadi tangguh dan mandiri,” kata Yeka dalam peresmian Program AKSARA di Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/2/2018).
Mengenai besarnya biaya pelatihan,Yeka tidak menyebutkan secara eksplisit yang harus dibayar peserta. “Peternak tidak kita kenakan biaya apapun, kecuali jika ingin makan bersama-sama, baru ada biaya,”ujarnya
Rektor Universitas Trisakti Ali Gufron Mufti berpendapat konsumsi potensi sumberdaya alam Indonesia yang sangat besar, termasuk peternak. Jika bisa dikembangkan ternak sapi di dalam negeri, maka Indonesia tidak lagi tergantung pasokan daging/sapi dari Australia.
“Kami bangga dan berkomitmen untuk mengembangkan sapi untuk rakyat. Kita juga komitmen membangun SDM peternak rakyat. Atas nama Trisakti kami sambut baik kolborasi ini,” ujarnya.
Lahan Universitas Trisakti yang dimanfaatkan untuk Kampus Aksara Alexis Farm seluas 123 ha. Selama ini, lahan tersebut belum optimal. Termasuk beberapa lokasi kandang sapi yang sudah berdiri. Namun ada lahan yang sudah dimanfaatkan untuk usaha budidaya pisang, buah naga dan rambutan.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Sugiono mengatakan kunci agar Indonesia bisa mengalahkan Australia dalam peternakan sapi adalah efisien. Jika biaya produksi masih di atas Rp 15.000 per kg, maka akan sulit peternakan sapi di dalam negeri untuk bisa bersaing.“Kunci lain usaha ternak sapi potong rakyat adalah peternak harus cinta sama sapi. Sediakan rumput sebagai bahan baku pakan baik serta memadai dan cegah penyakit. Kalau tidak sulit, peternak rakyat bisa berkembang,” pungkasnya.
Dalam persemian tersebut, juga hadir Kepala Pusat Penyuluhan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Siti Munifah; mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang juga guru besar IPB, Muladno; Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Budiyana; Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang, Arief Prasetyo Adi. Saat peresmian Kampus Aksara Alexis Farm juga dilakukan lelang pedet sebanyak lima ekor. Meski nanti sudah terjual, pedet tersebut akan dikembangkan di kampus tersebut sesuai perjanjian.

