Tahun 2009 Daging Sapi Rp 65.000/Kg, Kok Sekarang Rp 120.000/Kg?

by May 2, 2017
Media Online 0   57 views 0

Detik.com, Jakarta – Persoalan harga daging sapi masih jadi pekerjaan rumah pemerintah yang belum juga terselesaikan. Meski sudah dilakukan impor besar-besaran, baik daging sapi beku dan daging kerbau India, harga daging sapi segar masih saja betah di atas Rp 100.000/kg.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf, mengatakan polemik lonjakan harga daging sapi yang sampai saat ini tak kunjung turun, sebenarnya berawal sejak tahun 2009. tepatnya saat pemerintah memperketat impor sapi bakalan dan daging beku lantaran menurut data, dianggap sudah swasembada.

“Persoalan persapian kalau dari pemeriksaan kami itu sejak 2009. Ada keinginan pemerintah saat itu untuk swasembada dalam jangka waktu 5 tahun, artinya kalau dari 2009 swasembada bisa tercapai di 2014,” ungkapnya dalam Diskusi Kesejahteraan Peternak Sapi Lokal di Pomelotel, Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Saat itu, kata Syarkawi, pemerintah sejak tahun 2009 mulai memangkas kuota impor sapi bakalan dan daging beku dari Australia. Di sisi lain, populasi sapi lokal tak bertambah banyak, akibatnya terjadi pemotongan pada sapi betina lantaran stok sapi lokal tak bisa mengimbangi permintaan yang tinggi.

“Setiap tahun impornya dikurangi 10%, agar di 2014 impornya tinggal kurang dari 10% alias swasembada. Persoalannya pemerintah tetap ingin capai swasembada dengan kurangi impor daging beku dan bakalan, tidak disertai dengan produktifitas sapi lokal,” ujarnya.

Lanjut dia, harga daging sapi pun merangkak naik. Tahun 2009, harga daging sapi masih dibanderol Rp 65.000/kg, namun melonjak tinggi sampai Rp 120.000/kg pada tahun 2014, dan mencapai puncaknya tahun 2015 yang harganya mencapai Rp 150.000/kg, ketika pemerintah memangkas impor bakalan untuk jatah feedloter.

“Di 2015 pemerintah berusaha kurangi impor dari biasanya sapi bakalan 750.000 ekor setahun, dikurangi hampir setengahnya menjadi 450.000 ekor setahun. Akhirnya malah jadi kisruh di feedloter,” pungkas Syarkawi.

Sumber

Related Images: