(Video) Petani Harus Merubah Kualitas Bibit dan Pola Tanaman Jagung!!

by April 23, 2021
F D P Video 0   31 views 0

FDP 55 PATAKA Online

FOCUS GROUP DISCUSSION: “HARGA JAGUNG MELAMBUNG”

Waktu:
Selasa, 20 April 2021

Terkait naiknya harga jagung, Technical Consultant U.S. Grains Council, Budi Tangendjaja mengatakan, harga jagung saat ini Rp 4.800 per kilogram kemudian melambung Rp 5.300 per kilogram hingga Rp 5.800 per kilogram.

“Bahkan harga jagung sampai di pabrik pakan mencapai Rp 6.000 per kilogram yang dihitung dengan ongkos transportasi, jadi harga jagung yang terjadi pada akhir-akhir ini anomali,” katanya.

Ia menjelaskan, merujuk data dari Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), total kapasitas pabrik mencapai 27,996 ton tapi produksi pakan (2019). Kemudian sebesar 21 juta ton pakan pada tahun 2020. Produksi menurun, berdampak pandemik Covid-19 dan ekspektasi di tahun 2021 naik sekitar 5%.

Budi menjelaskan, GPMT mampu memproduksi pakan konsentrat sebanyak 20,5 ton menjadi 18,5 ton digunakan untuk kebutuhan ayam pedaging (broiler), ayam petelur (layer) dan pembibitan (breeder). Dimana pemakaian jagung sangat dominan, data-data yang dilaporkan GPMT pembelian jagung dari lapangan tahun 2017 kurang dari 5 juta ton, 2019 yang menjadi puncak produksi pakan mencapai 20 juta ton dengan penyerapan jagung hanya 6,6 juta ton.

Tahun 2020 dilaporkan jagung 6,5 juta ton dibeli pabrik makanan ternak. Pakan yang diproduksi merupakan pakan ternak jadi tetapi juga ada konsentrat harus dihitung jagung yang dipakai oleh peternak ayam petelur, dimana memakai konsentrat dari pabrik dicampur dengan jagung dan dedak harus dihitung berapa jumlahnya.

Ia memperkirakan bahwa total kebutuhan jagung untuk peternakan broiler dari feedmill ditambah peternakan ayam petelur yang memakai jagung sendiri dengan konsentrat 8,5 juta ton. Termasuk penyerapan jagung 2 juta ton yang dipakai oleh peternakan ayam petelur independen untuk self mixing.

Download materi presentasi.

#JagungMahal #ImporJagung #HargaPakanNaik

Related Images: